JUJUR dari Niat, Ucapan, dan Tindakan.
|
A
|
l Junaidi mengungkapkan sebuah petuah yang memancar dari hati dan insya’
Allah akan meresap ke hati pula. Ia berkata, “ Kejujuran sejati adalah saat
engkau tetap jujur dalam kondisi yang engkau hanya bisa selamat dengan
berbohong.”
Untuk mewujudkan salah satu sifat Rasulullah SAW. Ini memang tak mudah. Namun, hal ini perlu dilatih dan terus diupayakan. Kejujuran harus dilatih dengan cara learning by doing. Namun sebelumnya ada baiknya kita mengenal beberapa bentuk kejujuran, diantaranya:
Untuk mewujudkan salah satu sifat Rasulullah SAW. Ini memang tak mudah. Namun, hal ini perlu dilatih dan terus diupayakan. Kejujuran harus dilatih dengan cara learning by doing. Namun sebelumnya ada baiknya kita mengenal beberapa bentuk kejujuran, diantaranya:
Ø Jujur dalam Niat
Jujur dalam niat adalah mencari ridho Allah dalam setiap
perbuatan dan setiap ucapan yang keluar dari mulut. Dalam setiap tindakan,
seseorang harus meluruskan niatnya terlebih dahulu agar mencapai hasil yang
diinginkan.
Nabi SAW, membuat perumpamaan yang indah. Beliau bersabda, “
Dunia ini milik empat orang: (1) Hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu
pengetahuan yang dengannya ia bertakwa kepada Allah, menyambung hubungan
silaturahmi, dan mengetahui hak Tuhan. Orang ini berada ditingkatan paling
utama. (2) Hamba yang Allah anugerahi ilmu pengetahuan tanpa dibekali harta.
Tetapi, ia punya niat yang tulus. Ia berkata, “ Seandainya mempunyai harta,
pasti aku berbuat seperti yang diperbuat Fulan.” Itulah niatnya. Pahala keduanya
sama…” (HR Al Tirmidzi).
Ø Jujur dalam Ucapan
Nabi SAW, Pernah berdo’a kepada Allah SWT., “Ya Allah, aku
mohon kepada-Mu lisan yang jujur.”
Jujur dalam ucapan memiliki beragam bentuk. Diantaranya
adalah jujur dalam berbicara tentang Al-Qur’an. Rasulullah SAW, bersabda, “Siapa
yang berbicara tentang Al-Qur’an tanpa dilandasi ilmu, hendaknya ia menyiapkan
tempatnya di neraka.” (HR Al Tirmidzi).
Selain itu, jujur saat memberi kesaksian juga menjadi
perhatian penting. Rasulullah SAW bersabda, “ Maukah kalian kuberitahu tentang
dosa yang paling besar?” mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau
berkata, “Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua dan membunuh manusia.”
Tadinya beliau dalam keadaan bersandar. Lalu beliau duduk dan berkata, “Juga perkataan palsu dan kesaksian palsu. Juga
perkataan palsu dan kesaksian palsu. Juga perkataan palsu dan kesaksian palsu.”
(HR Al Tirmidzi). Beliau terus mengulanginya sampai-sampai kami berkata, “Semoga
beliau berhenti berbicara.”
Ø Jujur dalam Tindakan
Allah SWT, berfirman, “Katakanlah, ‘Wahai Tuhan, masukkan
kami dengan cara masuk yang jujur (benar) dan keluarkanlah kami dengan cara
keluar yang jujur (benar). Berikan padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.’”
Perhatikan ungkapan Al-Qur’an tersebut. Jujurlah saat masuk dan keluar. Jangan
berbohong dan menipu.
Allah berfirman, “Di antara kaum beriman ada orang-orang yang jujur dengan
janji mereka kepada Allah.” Ada sebuah pengertian penting dalam ayat tersebut;
Demi Allah, ketika seseorang meminta sesuatu kepada Allah dengan jujur, pasti
Allah akan mengabulkannya. Jujurlah kepada Allah, maka kita akan mendapatkan
yang kita inginkan.
Saya sebagai penulis menghimbau kepada para
pembaca untuk hendaknya kita sama – sama untuk melakukan aktifitas dengan jujur
di kegiatan sehari-hari kita. Karena dengan kejujuran kita insya’ Allah, Allah
akan memberikan kemudahan di kehidupan (aktifitas) kita setiap hari – harinya
dalam segi apapun.






0 komentar:
Posting Komentar