Jumat, 02 Agustus 2013

JUJUR

JUJUR dari Niat, Ucapan, dan Tindakan.

A
l Junaidi mengungkapkan sebuah petuah yang memancar dari hati dan insya’ Allah akan meresap ke hati pula. Ia berkata, “ Kejujuran sejati adalah saat engkau tetap jujur dalam kondisi yang engkau hanya bisa selamat dengan berbohong.”
            Untuk mewujudkan salah satu sifat Rasulullah SAW. Ini memang tak mudah. Namun, hal ini perlu dilatih dan terus diupayakan. Kejujuran harus dilatih dengan cara learning by doing. Namun sebelumnya ada baiknya kita mengenal beberapa bentuk kejujuran, diantaranya:

Ø  Jujur dalam Niat

Jujur dalam niat adalah mencari ridho Allah dalam setiap perbuatan dan setiap ucapan yang keluar dari mulut. Dalam setiap tindakan, seseorang harus meluruskan niatnya terlebih dahulu agar mencapai hasil yang diinginkan.

Nabi SAW, membuat perumpamaan yang indah. Beliau bersabda, “ Dunia ini milik empat orang: (1) Hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu pengetahuan yang dengannya ia bertakwa kepada Allah, menyambung hubungan silaturahmi, dan mengetahui hak Tuhan. Orang ini berada ditingkatan paling utama. (2) Hamba yang Allah anugerahi ilmu pengetahuan tanpa dibekali harta. Tetapi, ia punya niat yang tulus. Ia berkata, “ Seandainya mempunyai harta, pasti aku berbuat seperti yang diperbuat Fulan.” Itulah niatnya. Pahala keduanya sama…” (HR Al Tirmidzi).

Ø  Jujur dalam Ucapan

Nabi SAW, Pernah berdo’a kepada Allah SWT., “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu lisan yang jujur.”

Jujur dalam ucapan memiliki beragam bentuk. Diantaranya adalah jujur dalam berbicara tentang Al-Qur’an. Rasulullah SAW, bersabda, “Siapa yang berbicara tentang Al-Qur’an tanpa dilandasi ilmu, hendaknya ia menyiapkan tempatnya di neraka.” (HR Al Tirmidzi).

Selain itu, jujur saat memberi kesaksian juga menjadi perhatian penting. Rasulullah SAW bersabda, “ Maukah kalian kuberitahu tentang dosa yang paling besar?” mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua dan membunuh manusia.” Tadinya beliau dalam keadaan bersandar. Lalu beliau duduk dan berkata,  “Juga perkataan palsu dan kesaksian palsu. Juga perkataan palsu dan kesaksian palsu. Juga perkataan palsu dan kesaksian palsu.” (HR Al Tirmidzi). Beliau terus mengulanginya sampai-sampai kami berkata, “Semoga beliau berhenti berbicara.”

Ø  Jujur dalam Tindakan

Allah SWT, berfirman, “Katakanlah, ‘Wahai Tuhan, masukkan kami dengan cara masuk yang jujur (benar) dan keluarkanlah kami dengan cara keluar yang jujur (benar). Berikan padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.’” Perhatikan ungkapan Al-Qur’an tersebut. Jujurlah saat masuk dan keluar. Jangan berbohong dan menipu.

Allah berfirman, “Di antara kaum beriman ada orang-orang yang jujur dengan janji mereka kepada Allah.” Ada sebuah pengertian penting dalam ayat tersebut; Demi Allah, ketika seseorang meminta sesuatu kepada Allah dengan jujur, pasti Allah akan mengabulkannya. Jujurlah kepada Allah, maka kita akan mendapatkan yang kita inginkan.

Saya sebagai penulis menghimbau kepada para pembaca untuk hendaknya kita sama – sama untuk melakukan aktifitas dengan jujur di kegiatan sehari-hari kita. Karena dengan kejujuran kita insya’ Allah, Allah akan memberikan kemudahan di kehidupan (aktifitas) kita setiap hari – harinya dalam segi apapun.



0 komentar:

Posting Komentar